Mar

13

Posted by : Wibisono Sukmo Wardhono | On : 13 March 2012

Seperti telah saya sampaikan pada pengantar pertemuan ke-4, evaluasi akan dilaksanakan melalui fasilitas E-LEARNING. Kuis ini akan mulai dapat diakses pada Hari Selasa, 13 Maret 2012 pukul 21.00. Seluruh akses yang dilakukan sebelum jam itu akan dibackup sebelum dihapus, jadi yang sudah mengirimkan jawaban silakan mengulangi proses pengiriman jawaban. Batas waktu pengumpulan adalah 24 jam sebelum kuliah pertemuan ke-5. Terima kasih …

Mar

09

Posted by : Wibisono Sukmo Wardhono | On : 9 March 2012

Saat saya memiliki kalimat di bawah ini:

Seluruh anak gaul penggemar Cherrybelle

Dan dilanjutkan dengan kalimat:

Wibisono adalah anak gaul

 

Apa yang langsung terlintas di benak anda? Kalau anda menjawab “Wibisono adalah penggemar Cherrybelle”, berarti anda telah memiliki modal yang baik untuk mempelajari materi ini (oke, jangan diambil hati terlalu serius ^.^). Cara pengambilan kesimpulan di atas didapatkan melalui pola berpikir logis. Anda akan menerima penjelasannya pada materi Inferensi Logika.

Dalam bab mengenai logika sendiri, pertama kali anda akan dihadapkan pada pengertian mengenai PERNYATAAN/ STATEMENT/ PROPOSISI. Salah satu karakter Proposisi adalah adanya sebuah NILAI, dalam hal ini adalah nilai kebenaran, yaitu BENAR/ TRUE dan SALAH/ FALSE. Untuk memudahkan operasi-operasi di dalam logika, digunakan simbol-simbol proposisi semacam p, q, r, s dan seterusnya. Sedangkan nilai kebenaran acapkali disimbolkan dengan angka 1 dan 0.

 

DOWNLOAD PRESENTASI:

  1. File ODP
  2. File PPT (Hasil konversi dari ODP, kemungkinan ada masalah di tata letak)

Mar

01

Posted by : Wibisono Sukmo Wardhono | On : 1 March 2012

Elektronika digital secara luas dibuat menggunakan sistem bilangan biner dan dinyatakan digit 1 dan 0. Digit biner digunakan untuk menunjukan dua keadaan level tegangan, HIGH atau LOW. Sebagian
besar sistem digital level HIGH direpresentasikan oleh 1 atau ON dan level LOW direpresentasikan oleh 0 atau OFF.

BASIS BILANGAN

Sistem bilangan biner adalah susunan bilangan yang mempunyai basis 2 sebab sistem bilangan ini menggunakan dua nilai koefisien yang mungkin yaitu 0 dan 1. Setiap mahasiswa diharapkan mampu memahami kosep basis bilangan yang umum digunakan dalam ilmu komputer serta melakukan konversi bilangan antar basis, baik BINER, OKTAL, DESIMAL maupun HEKSA-DESIMAL

Download Presentasi

  1. Format ODP
  2. Format PPT