Oct

31

Konsep Augmented Reality

Posted by : Wibisono Sukmo Wardhono | On : 31 October 2014

AR merupakan suatu konsep perpaduan antara virtual reality dengan lingkungan nyata[1]. Sehingga obyek-obyek virtual 2D maupun 3D seolah terlihat nyata dan menyatu dengan dunia nyata[2]. Pada paper-nya, Ronald T. Azuma[3] mendefenisikan Augmented Reality sebagai variasi dari Virtual Reality. Pada teknologi Virtual Reality, pengguna berinteraksi dengan lingkungan yang diciptakan secara virtual yang merupakan simulasi dunia nyata, akan tetapi pengguna tidak bisa melihat dunia nyata yang ada di sekelilingnya. Pada teknologi AR, pengguna dapat melihat dunia nyata yang ada di sekelilingnya dengan penambahan obyek virtual yang dihasilkan oleh komputer. Perangkat immersive yang paling sesuai untuk digunakan pada teknologi AR adalah Head Mounted Display (HMD).

AR-213x300

Peragaan AR berbasis marker persegi
(sumber: Dokumentasi ARToolKit)

 

Selain menambahkan objek virtual ke dalam lingkungan nyata, AR juga berpotensi menghilangkan benda-benda yang sudah ada. Menambah sebuah lapisan gambar virtual dimungkinkan untuk menghilangkan atau menyembunyikan lingkungan nyata dari pandangan pengguna. Misalnya, untuk menyembunyikan sebuah meja dalam lingkungan nyata, perlu digambarkan lapisan representasi tembok dan lantai kosong yang diletakkan di atas gambar meja nyata, sehingga menutupi meja nyata dari pandangan pengguna.


[1] Jacko, Julie A. (2 Juli 2003). Handbook of Research on Ubiquitous Computing Technology for Real Time Enterprises. CRC Press. hlm. 459.

[2] Vallino, James R. (April 1998). Interactive Augmented Reality. Rochester, New York: University of Rochester. pp. 6-8.

[3] Azuma, Ronald T. (August 1997). A Survey of Augmented Reality. Presence: Teleoperators and Virtual Environments 6 (4): 355-385.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*